• Breaking News

    Monday, January 2, 2017

    Trinity Test, Proyek Nuklir Pertama yang Jadi Awal Petaka Dunia



    Berkembangnya ilmu pengetahuan tak melulu menghasilkan hal-hal bagus dan bermanfaat. Sebaliknya, kadang justru lantaran ilmu pengetahuan, segala hal buruk akhirnya terjadi. Ada banyak bukti untuk itu dan salah satu yang paling mencengangkan adalah sebuah eksperimen bernama Trinity Test.





    Trinity Test adalah sebuah uji coba yang bisa dikatakan paling disesalkan. Bagaimana tidak, gara-gara ini manusia akhirnya mengenal bom nuklir sehingga kemudian yang terjadi adalah kehancuran. Ya, Trinity Test yang merupakan uji coba bom nuklir pertama ini jadi pemula untuk berbagai uji coba lainnya. Bahkan gara-gara eksperimen ini, kita mendapati fenomena Hiroshima dan Nagasaki.



    Tak heran kenapa uji coba ini disesalkan karena ia menjadi sebab dari serentetan hal menakutkan. Lebih jauh soal, Trinity Test berikut beberapa fakta tentangnya yang mungkin belum kamu ketahui.



    Trinity Test Merupakan Bom Atom Pertama di Dunia



    Trinity Test merupakan uji coba peledakan bom atom pertama dalam serangkaian Proyek Manhattan. Bom atom ini mempunyai berat kurang lebih 19 kiloton dan bermuatan plutonium atau nama lain dari logam aktinida berwarna putih keperakan yang mengandung unsur radioaktif transuranium dan sama modelnya dengan yang kelak akan dijatuhkan di Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945.

    Edward Teller merupakan dalang dari uji nuklir ini. Pria yang berasal dari Amerika itu sendiri mulanya mengalami ketakutan seandainya peledakan bom atomnya akan memengaruhi bumi serta lapisan atmosfer. Ketakutannya sendiri beralasan mengingat sebelumnya dia dan tim belum pernah melakukan peledakan bom atom sama sekali. Selain itu pembuatan nuklir ini sendiri diprakarsai oleh petinggi Amerika yang kala itu cukup berambisi menguasai dunia.

    Sempat Gagal Diledakkan



    Alamagordo Bombing Range sebuah tempat yang berada di antara Carrizozo dan Socorro, Mexico merupakan tempat yang dipilih sebagai lokasi peledakan Trinity. Dijadwalkan akan diledakkan pada 13 Juli, tapi ternyata proyek tersebut akhirnya diurungkan karena sejumlah hal.

    Alasan cuaca yang buruk serta tidak mendukung merupakan sebab proyek tersebut diundur. Setelah cuaca kembali normal, akhirnya pada tanggal 16 Juli, tepatnya pada pukul 05:29:45 waktu setempat, bom atom tersebut diledakkan. Bom atom ini sendiri mulanya diletakkan di menara baja yang memiliki ketinggian 20 meter dengan daya ledak diperkirakan 19 kiloton, di mana efek kejutnya bisa dirasakan 160 kilometer jauhnya.



    Menghasilkan Kawah Cantik yang Mematikan


    Ledakan dari Trinity Test sendiri akhirnya menghasilkan kawah dengan kedalaman 3 meter dan memiliki lebar 330 meter. Kawah ini sendiri melumerkan pasir gurun yang selanjutnya berubah menjadi lapisan kaca hijau nan menarik mata.

    Di lokasi ini juga didirikan tugu setinggi 3,65. Meski kawah trinit tersebut cukup cantik dan menarik, tapi tidak ada orang yang diperbolehkan menginjak kawasan sekitar. Hal ini dikarenakan lokasi tersebut masuk ke dalam daerah dilindungi karena masih mengandung unsur radioaktif yang berbahaya bagi tubuh manusia.



    Video Ledakannya Gan

    Cikal Bakal Dari Peledakan Luar Biasa Sepanjang Sejarah

    Disebabkan oleh rasa penasaran yang tinggi dan tidak terjadi kerusakan berarti pada percobaan pertama, akhirnya bom atom ini lebih dikembangkan lagi. Masih menggunakan unsur radioaktif yang sama, percobaan peledakan selanjutnya menjadi fenomena paling luar biasa sepanjang sejarah.

    Tanggal 6 Agustus, A.S. menjatuhkan bom atom uranium jenis bedil (Little Boy) di Hiroshima. Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman meminta Jepang menyerah 16 jam kemudian dan memberi peringatan akan adanya "hujan reruntuhan dari udara yang belum pernah terjadi sebelumnya di muka bumi." Tiga hari kemudian, pada tanggal 9 Agustus, A.S. menjatuhkan bom plutonium jenis implosi (Fat Man) di Nagasaki. Dalam kurun dua sampai empat bulan pertama setelah pengeboman terjadi, dampaknya menewaskan 90.000–146.000 orang di Hiroshima dan 39.000–80.000 di Nagasaki; kurang lebih separuh korban di setiap kota tewas pada hari pertama. Pada bulan-bulan seterusnya, banyak orang yang tewas karena efek luka bakar, penyakit radiasi, dan cedera lain disertai sakit dan kekurangan gizi. Di dua kota tersebut, sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil meskipun terdapat garnisun militer besar di Hiroshima. Pengeboman yang dilakukan di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945, menjadi babak akhir dari usainya Perang Dunia Kedua. Peledakan ini sendiri menjadi saksi pilu di mana lebih dari 200.000 jiwa meninggal.



    Eksperimen Ini Mengakibatkan Banyak Kerusakan Bumi


    Buntut dari Trinity Test bukan hanya diwujudkan dalam tragedi Hiroshima dan Nagasaki, tapi juga beberapa uji coba nuklir lainnya. Salah satu contohnya adalah Tsar Bomba di mana ia jadi uji coba nuklir paling dahsyat dalam sejarah manusia. Tsar Bomba yang berarti Kaisar Dari Segala Bom adalah sebuah bom nuklir yang diciptakan oleh negara Uni Soviet, pembuatan bom membutuhkan waktu selama 15 minggu dan diuji coba pada tanggal 30 Oktober 1961. Bom ini diuji cobakan di sekitar Pulau Novaya Zemlya, Laut Arktik. Tsar Bomba memiliki berat sebesar 27 ton dan diangkut oleh pesawat TU-95 yang merupakan pesawat pengebom terbesar pada jamannya.



    Tsar Bomba diledakkan pada pukul 11:32 (Waktu setempat) pada 30 Oktober 1961 di sekitar Mityushikha Bay (Sukhoy Nos Zona C). Bom ini didesain untuk meledak pada ketinggian 4 kilometer dari permukaan tanah atau 4,2 kilometer dari permukaan air laut menggunakan sistem sensor barometrik. Ketinggian pelepasan bom adalah setinggi 34.500 feet, dan sewaktu meledak memiliki daya ledak sebesar 50 Megaton TNT yang sebanding dengan seluruh bom yang meledak pada Perang Dunia 2 dan dikalikan 10 atau 1.350-1.750 kali lebih kuat daripada bom nuklir Hiroshima dan Nagasaki. Awalnya, Tsar Bomba direncanakan memiliki daya ledak sebesar 100 Megaton TNT tetapi dibatalkan karena berdampak luas bagi Atmosfer.

    Semua bangunan di desa Severny (baik terbuat dari kayu ataupun bata) yang terletak pada 55km dari lokasi ujicoba ikut hancur. Seorang partisipan yang ikut dalam ujicoba melihat cahaya yang sangat cerah meskipun dia sudah menggunakan kacamata hitam dan merasakan efek gelombang panas bahkan dalam jarak 270 kilometer. Sebuah gelombang kejut (Shock Wave) terasa pada jarak 700 kilometer. Panel kaca bahkan pecah pada jarak 900 kilometer. Pemfokusan atmosfer bahkan menyebabkan kerusakan besar pada jarak yang sangat jauh, memecahkan jendela kaca di Norway dan Finlandia. Gelombang Seismik (Energi yang menyebar kedalam lapisan bumi yang dapat menyebabkan gempa bumi ataupun ledakan) yang ditimbulkan dari ledakan bahkan dapat diukur pada bagian ketiga dari bumi, magnitudo gelombang seismik tersebut sekitar 5 - 5,25. Ledakan dapat terlihat sampai 1.000 km dari tempat peledakan.

    Ketinggian Jamur Api yang dihasilkan oleh bom ini setinggi 64 kilometer, ionisasi dari ledakan menyebabkan gangguan radio komunikasi selama berjam-jam. Parasut digunakan untuk mencegah bom meluncur terlalu cepat.

    Berbagai uji coba lanjutan ini pun membuat bumi seolah ditusuk-tusuk. Bahkan Tsar Bomba tadi dikatakan sukses membuat atmosfer kita terluka. Padahal, keberadaan atmosfer ini sangat penting bagi manusia. Sebenarnya semua ini mungkin takkan terjadi kalau Trinity Test tidak pernah dilakukan.

    Video Tsar Bomba

    Untuk bisa menjawab rasa penasaran terutama dalam hal-hal yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, kadang memang butuh yang namanya pengorbanan. Namun, harus ditinjau juga dari banyak hal. Jangan karena penasaran, maka dampak percobaannya nanti menimbulkan kerusakan yang luar biasa. Seperti Trinity Test ini yang begitu disesalkan banyak orang.




    No comments:

    Post a Comment

    Sport

    Teknologi

    Travel