• Breaking News

    Monday, January 23, 2017

    7 Kota di Indonesia Dengan Landmark Ikoniknya part 1


    Tak cuma bentang alam yang indah, Indonesia juga punya potensi luar biasa dalam hal wisata sejarah, budaya serta wisata-wisata yang hanya sekedar untuk fun.

    Hampir semua kota di Indonesia punya landmark yang menjadi ciri khas dari kota tersebut. Mulai dari bangunan tua dengan nilai sejarah tinggi, monumen peringatan hingga tempat ibadah. Tak jarang, landmark-landmark tersebut menjadi tujuan utama para wisatawan ketika berkunjung ke sebuah kota tertentu.


    Ada ratusan kota/kabupaten yang tersebar dari ujung timur hingga ujuang barat Indonesia. Tentu tak mudah untuk mengenali masing-masing landmark di setiap kota. Setidaknya, ada beberapa kota di Indonesia yang memiliki landmark yang sangat ikonik dan fotogenik. Berikut ini adalah 7 landmark paling ikonik di 7 kota/kabupaten di Indonesia.


    1. Jakarta – Monas


    First and foremost. Tentu kita tak boleh melewatkan Monas ketika membahas landmark di Indonesia. Tak cuma jadi simbol Jakarta, monumen ini juga menjadi salah satu simbol Indonesia. Monas sendiri merupakan salah satu monumen yang dibangun untuk memperingati jasa para pahlawan Indonesia dalam memperebutkan kemerdaan. Monumen ini dibangun tanggal 17 Agustus 1961.

    Bangunan tugu Monas memiliki tinggi 132 m dengan puncaknya berupa lidah api yang dilapisi emas sebagai simbol semangat perjuangan. Tak cuma tugu, di kawasan Monas juga ada museum yang berisi diorama-diorama yang menampilkan kondisi Indonesia sejak jaman pra-sejarah hingga masa Oder Baru.


    2. Bandung – Gedung Sate


    Selain alamnya yang indah dan sejuk, Bandung juga dikenal dengan tata kotanya yang sangat baik. Beberapa landmark ikonik akan banyak kita temukan di Bandung. Mulai dari Jembatan Pasupati hingga Monumen Pancasila. Namun, landmark paling ikonik di Bandung tetap Gedung Sate. Berkunjung ke Bandung rasanya kurang lengkap kalau belum berpose di depan gedung ini.

    Gedung Sate sendiri merupakan sebuah gedung pemerintahan yang dibangun tahun 1920. Gedung ini dulu bernama Gouvernements Bedrijven. Lokasi gedung ini berada di Jalan Diponegoro No. 22. Lokasi gedung ini berdekatan dengan beberapa tempat wisata di Bandung seperti Museum Geologi, Museum Pos serta Taman Lansia.


    3. Jogja – Tugu


    Sempat ditutup untuk umum gara-gara dicoret-coret oleh turis bule, Tugu Jogja saat ini sudah kembali dibuka untuk umum. Bahkan, kawasan di sekitar tugu ini sudah semakin dikembangkan yang membuat acara nongkrong menjadi semakin seru. Sebagian besar wisatawan (khususnya yang baru pertama kali ke Jogja), selalu menjadikan tugu ini sebagai tujuan utama untuk berfoto.

    Tugu Jogja sendiri berada di tengah-tengah perempatan persimpangan antara Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Margo Utomo. Tugu yang juga sering disebut Tugu Pal Putih ini dibangun oleh Hamengkubuwana I, pendiri Kraton Yogyakarta. Konon, tugu ini berada satu garis lurus dengan Gunung Merapi dan Kraton.


    4. Semarang – Tugu Muda


    Semarang punya beberapa landark yang cukup menarik. Mulai dari bangunan bersejarah hingga tempat-tempat ibadah bermacam agama. Salah satu landmark paling ikonik yang ada di Semarng adalah Tugu Muda. Lokasi monumen ini persis berada di depan landmark lainnya yang juga tak kalah ikonik yakni Lawang Sewu. Keduanya hanya berjarak beberapa langkah saja.

    Tugu Muda sendiri merupakan sebuah monumen peringatan. Pembangunan monumen ini untuk mengenang perjuangan para pemberani di Semarang saat melakukan Pertempuran Lima Hari di Semarang tanggal 15 Oktober 1945 sampai 20 Oktober 1945.


    5. Surabaya – Tugu Pahlawan


    Surabaya juga punya banyak landmark menarik. Mulai dari Patung Sura dan Buaya serta Jembatan Suramadu. Dan tentu saja ada juga Tugu Pahlawan yang dibangun untuk memperingati pertempuran tanggal 10 November 1945 di Surabaya, hari yang juga ditetapkan sebagai Hari Pahlawan.

    Tugu Pahlawan berbentuk paku terbalik dengan tinggi 41,15 meter. Pada tubuh Tugu Pahlawan terdapat 10 lengkungan, dan terbagi atas 11 ruas. Angka-angka tersebut merupakan simbol dari tanggal berlangsungnya pertempuran 10 November.


    6. Bukittinggi – Jam Gadang


    Jika London punya Big Ben maka Bukittinggi punya Jam Gadang. Jam yang menjadi ikon kota Bukittinggi ini dibangun pada tahun 1926 sebagai persembahan dari Ratu Belanda untuk Rook Maker, seorang sekretaris daerah Fort de Kock (yang sekarang dikenal dengan nama Bukittingi) pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

    Menara Jam Gadang memiliki tinggi 26 meter. Di keempat sisi menara ini terdapat jam raksasa dengan diameter 80 cm. Mesinnya didatangkan langsung dari Belanda. Bagian puncak menara ini berbentuk Rumah Gadang yang merupakan rumah adat Minang.


    7. Palembang – Jembatan Ampera


    Jembatan Ampera adalah salah satu jembatan paling ikonik di Indonesia. Jembatan ini dibangun untuk menghubungkan Kota Palembang yang terlebah menjadi dua bagian karna dipisahkan oleh Sungai Musi, sungi terpanjang di Sumatra. Jembatan Ampera lebih dari sekedar infrastruktur transportasi. Jembatan ini sudah menjadi ikon serta kebanggaan Kota Palembang. Sebagian besar wisatawan yang jalan-jalan ke Palembang tak lupa untuk menyempatkan berfoto di jembatan cantik ini.


    No comments:

    Post a Comment

    Sport

    Teknologi

    Travel